Peringatan Hari Anti Korupsi :Teatrikal Warnai Demo PMII Ngawi

Ngawi (beritajatim.com) - Puluhan mahasiswa Kabupaten Ngawi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar demo di depan kantor Pemkab dan kantor DPRD setempat. Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati hari anti korupsi sedunia.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan poster yang berisi tentang buruknya birokrasi yang ada di seluruh pemerintahan mulai dari tingkat pusat hingga yang ada di daerah. Selain itu mereka juga melakukan aksi treatrikal.

Dalam treatrikal yang diperankan oleh empat orang ini, tiga orang berperan sebagai masyarakat miskin korban korupsi yang meminta bantuan dari birokat. Sedang satu orang yang berperan sebagai pejabat hanya berlenggang kangkung tak perduli dengan keberadaan ke tiga orang miskin yang meminta bantuannya.

Kordinator aksi, Kosin mengatakan, demo refleksi ini dilakukan untuk mengingatkan kepada semua pejabat publik tetang bahaya dari korupsi yang memiliki dampak sangat luas. Terutama untuk kelangsung hidup masyarakat miskin yang semakin sengsara dengan adanya tindak korupsi.

"Korupsi hanya menguntungkan sebagian orang, namun menyengsarakan seluruh masyarakat. Seperti yang ada di sini kita banyak mengetahui adanya praktik jual beli jabatan, terus yang nyogok itu pakai uang apa kalau tidak uang dari hasil yang tidak benar," ucapnya, Jumat (9/12/2011).

Selain itu, menurut PMII, masih banyak praktik korupsi dan kecurangan-kecurangan lain yang terjadi di Ngawi. Namun hal tersebut masih belum sampai di ranah hukum. "Secara kasat mata banyak korupsi yang terjadi namun entah kenapa mereka yang melakukan belum diadili," tandas Kosin. [rdk/but]

Hari AIDS Sedunia: PMII Ngawi Adakan Hearing Dengan DPRD Setempat

Memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Ngawi gelar aksi bagi-bagi seribu bunga kepada para pengendara yang melintas di kawasan perempatan Kartonyono Ngawi. Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan long march menuju gedung DPRD Ngawi, Kamis (01/12).

“Sengaja kita lakukan aksi ini untuk memperingati Hari HIV AIDS sedunia, dimana mereka khususnya para penderita HIV AIDS di Ngawi kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah,” terang Agus Susanto,salah satu peserta aksi.

Aksi PC PMII Ngawi sendiri mendapatkan pengawalan dari petugas kepolisian sampai ke gedung wakil rakyat. Selama dalam perjalanan ratusan mahasiswa sambil membentangkan poster dengan bertuliskan ‘Stop HIV AIDS’ dan ‘Hapuskan Stigma dan Diskriminasi Penderita AIDS’. Kemudian tidak berselang lama ratusan aktivis PMII sampai di gedung DPRD Ngawi untuk mengadakan hearing yang diambut ketua Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Slamet Riyanto.S.sos. Tepatnya dilantai dua gedung dewan, PMII mengikuti hearing bersama para anggota Komisi II DPRD Ngawi yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Dinas Kesehatan Ngawi dan pihak dari RSUD dr Soeroto Ngawi.


“Mereka sebagai stake holder harus bisa berperan bagaimana HIV AIDS ini menjadikan momentum tersendiri agar penyebaran penyakit yang paling mematikan dapat ditekan,” tambah Agus Susanto. Dalam rapat hearing PC PMII Ngawi menilai Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) masih lemah sesuai fungsinya, minimnya anggaran untuk menanggulangi HIV AIDS dan pelayanan Jamkesmas bagi penderita HIV AIDS tidak seuai dengan prakteknya. Selain itu PC PMII Ngawi menyampaikan beberapa temua-temuan terkait angka penyebaran HIV AIDS diwilayah Ngawi cukup memprihatinkan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Ngawi pada tahun 2008 penderita lemahnya sistim kekebalan tubuh ini mencapai 14 kasus. Setelah memasuki tahun 2011 akhir justru peningkatanya mencapai seratus persen dengan angka tidak kurang dari 27 penderita HIV AIDS yang 14 penderitanya sudah dilaporkan meninggal. (pr)
Sumber: www.sinarngawi.com

Puluhan Aktifis PMII Ngawi Demo Tolak Pembangunan GOR

Ngawi (Suarakomunitas.net). Puluhan aktifis mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ngawi, Komisariat STITI KP dan STAI Ngawi , menggelar aksi menolak pembangunan GOR, Kamis (8/082011). Sambil membawa poster dan spanduk ,mereka berorasi menolak kebijakan pemeritah tentang pembangunan GOR yang menelan dana milyaran rupiah itu.  aksi demo yang di gelar di depan lahan yang akan di bangun GOR eks-terminal lama Kabupaten Ngawi.
"Kami mengutuk keras rencana pembangunan GOR ini, Pemkab Ngawi seharusnya malu karena masih banyak warganya yang perlu perhatian ketimbang pembangunan GOR yang menghabiskan dana milyaran rupiah itu," ujar Koordinator Aksi, Wakid. Menurut dia, aksi ini juga memprotes kebijakan  dan program-program pemerintah Ngawi yang belum maksimal.
Selain berorasi, puluhan kader PMII Ngawi dalam aksinya juga menyanyikan lagu Mars PMII.